Mendayagunakan Kekuatan dalam Diri
Oleh: Bagus Ilmiawan
”Men go abroad to wonder at the height
of mountains,
at the huge waves of the sea,
at the long courses of the rivers,
at the vast compass of the oceans,
at the circular motion of the stars,
and they pass by themselves
without wondering.”
-St. Augustine-
SEBUAH RENUNGAN
Kita sering mengagumi berbagai hal di sekeliling kita. Kita mengagumi ciptaan Tuhan, seperti gunung, lautan, sungai, hutal, dll. Kita juga mengagumi keindahan dan kecanggihan ciptaan manusia seperti gedung pencakar langit, teknologi, komputer, bahkan berbagai simbol kemewahan seperti mobil BMW, Mercedes Benz, Jaguar atau baju Ralph Laurent, sepatu Bally, pena Mont Blanc, dasi Giorgio Armani, dan sebagainya.
Kita sering kali takjub oleh hal-hal yang berada di luar kita itu. Tetapi di sisi lain kita justru sering tak menyadari dan tidak pernah mengucap syukur atas ciptaan Tuhan yang luar biasa dan merupakan maha karya Tuhan yang paling sempurna dari seluruh ciptaan-Nya yang lain, yaitu kita, manusia.
Pernahkah kita sadari tubuh kita terdiri atas 200 bentuk tulang yang berbeda yang terangkai dan tersusun secara sempurna; dibungkus dengan milyaran serat otot dan dikoordinasikan oleh jaringan syaraf yang panjangnya tidak kurang dari 16 km. Jantung kita yang rata-rata berdenyut 36 juta per tahun tanpa istirahat. Sedangkan otak kita melampui komputer tercanggih yang pernah ditemukan, karena dapat mengendalikan lebih dari 100 tugas (super multi tasking) secara bersamaan dalam sistem tubuh kita.
Pernahkah kita sadari kita diciptakan berbeda dengan orang lain ( UNIK ). Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang identik dengan orang lain, bahkan saudara kembar identik sekalipun. Artinya, sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kita juga memiliki kelebihan dan kekuatan yang berbeda satu sama lain. Keyakinan itulah yang harus mendasari setiap pergumulan dan upaya kita meraih hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.
Pernahkah kita menyadari bahwa seorang tukang parkir yang berdiri di samping sebuah mobil Audi R8, adalah jauh lebih mengagumkan dan luar biasa dibanding mobil itu sendiri. Sang tukang parkir adalah ciptaan Tuhan, sedangkan mobil adalah ciptaan Manusia; tetapi kita justru lebih mengagumi Audi R8 dibanding sang tukang parkir.